Pin It

13 September 2018

Posted by Widodo Groho Triatmojo on 07:33

Rendah Sulfur, B20 Aman Buat Common Rail Engine

Beberapa teman bilang awas hati-hati menggunakan B20 untuk Common rail engine. Menurut saya tidak masalah, justru sering bermasalah untuk diesel lama karena B20 mengandung efek sabun. Mengapa B20 bikin cepat kotor filter? Bahan bakar B20 merupakan campuran kelapa sawit yang memiliki soap effect atau efek seperti sabun. Efek sabun dari penggunaan bahan bakar B20, akan berpengaruh terhadap mesin kendaraan lama. Karena efek sabun ini, B20 akan merontokkan kotoran di tangki bensin termasuk di salurannya. Sehingga pada saat pakai B20, dan tidak dibersihkan dulu, mungkin bisa terjadi penyumbatan, karena solar solar yang dipakai dulu nggak bagus, kotor dan terjadi endapan. Endapan ini akan terbilas karena dia punya efek semacam soap effect.

Rendah Sulfur, B20 Aman Buat Common Rail Engine

Untuk menghindari endapan yang akan bikin filter kotor terutama kendaraan lama, terutama bus dan truck perlu dibersihkan dulu tangki dan salurannya. Setelah dibersihkan, maka tidak akan ada masalah dan filter pun berusia lebih panjang.

Rendah Sulfur, B20 Aman Buat Common Rail Engine

Bahan bakar yang dibutuhkan commonrail itu bukan bahan bakunya tapi angka cetane tinggi dan rendah sulfur. Mau pakai bahan baku minyak bumi atau nabati tidak masalah. Mesin diesel pada mobil-mobil baru saat ini, umumnya sudah dibekali teknologi common-rail. Sistem kerjanya memakai pengontrol katup solenoid elektronik, yang memungkinkan solar terinjeksi sesuai jumlah yang dibutuhkan. Konsekuensinya mesti menggunakan jenis solar sesuai standar yang dibutuhkan mesin diesel common-rail.

Syaratnya mesti memenuhi dua unsur penting, yaitu angka setana (cetane number) lebih tinggi serta kandungan sulfur yang lebih rendah. Pertimbangannya, jika partikel bahan bakar kontak dengan udara, solar akan sulit terbakar di ruang bakar. Kondisi ini akan mengakibatkan penundaan atau jeda pada proses pembakaran yang cukup lama. Sehingga bisa menyebabkan gejala detonasi (ngelitik) pada mesin diesel.

Semakin tinggi angka setana semakin baik, karena dapat mempersingkat durasi jeda pembakaran di ruang bakar. Efeknya gejala ngelitik bisa ditekan, sehingga tenaga mesintidak berkurang. Selain itu perlu memperhatikan kandungan sulfur (sulphur content) dalam solar. Sebab mesin diesel masa kini memang membutuhkan bahan bakar dengan kandungan sulfur rendah. Sebab material belerang ini bisa memicu karat, yang memungkinkan terjadinya penyumbatan di saluran-saluran kecil pada sistem common-rail.

Bisa dicermati dari spesifikasi bahan bakar solar beberapa produk, seperti Pertamina Dex Cetane number-nya minimum 54, maksimum sekitar 55-56. Sedangkan kandungan sulfurnya 300 ppm (parts per million).

Biodiesel B20 (Pertamina) yang memiliki kandungan sulfur sekitar 500 ppm, dengan angka setana antara 48 (min)-51 (max). Bandingkan dengan solar standar yang punya sulphur content di atas 500 ppm, dengan cetane number maksimum 48. Dari data ini, jelas B20 aman dipakai Common-Rail Engine. Memang kalau dibandingin Pertamina DEX jelas B20 masih kalah mutu dan jauh lebih baik Pertamina Dex. Fakta dilapangan, selama ini banyak common rail engine aman aman saja konsumsi solar Pertamina, begitu juga saat memakai B20. Justru seharusnya sedikit lebih baik karena lebih rendah sulfur meski cetane number masih relatif sama dengan solar konvensional.
Pemerhati transportasi publik, bus, truck serta sejarahnya.
  • Facebook
  • WhatsApp
  • Instagram
  • Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »

    Note: Only a member of this blog may post a comment.

    Terima Kasih

    Followers