Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan jalan-jalan sesat ini terkadang penuh tekanan. Namun tekanan dan intimidasi itu melahirkan kecerdasan dan ketertindasan melahirkan kreatifitas...

Pin It

22 February 2018

Mengenal Dua Moda Transportasi Berbasis Rel MRT dan LRT Jakarta

Warga Jakarta saat ini tengah menunggu operasional dua moda transportasi massal, yaitu mass rapid transit (MRT) dan light rail transit (LRT). Angkutan berbasis kereta tersebut diharapkan dapat mengubah kebiasaan warga, yaitu yang tadinya mengendarai kendaraan pribadi beralih menjadi pengguna transportasi publik.

Mengenal Dua Moda Transportasi Berbasis Rel MRT dan LRT Jakarta

LRT sendiri merupakan moda transportasi berbasis rel. Dua kota di negara tetangga, Singapura dan Kuala Lumpur sudah sejak lama memiliki moda transportasi yang satu ini. Pembangunan proyek LRT didasarkan pada 2 Peraturan Presiden (Perpres) yaitu Perpres No 98 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan / Light Rail Transit Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi dan Perpres No 99 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Perkeretaapian Umum di Wilayah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Dua moda transportasi tersebut digarap oleh badan usaha milik daerah (BUMD) DKI Jakarta, yaitu PT MRT Jakarta dan PT Jakarta Propertindo. Selain membangun prasarana berupa jalan layang dan jalur bawah tanah (elevated-underground), dua perusahaa daerah tersebut juga ditugaskan untuk membuat gerbong kereta ataurolling stock. Sebanyak dua rangkaian kereta (trainset) atau 12cars, yaitu istilah gerbong untuk MRT, bakal dikirimkan dari Jepang melalui kargo laut menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Jika tak ada aral melintang, kereta tersebut akan sampai di Jakarta bulan depan. Sementara itu, kereta LRT Jakarta saat ini tengah dicat di pabrik yang berlokasi di Korea Selatan. Dua gerbong pertama akan tiba di Jakarta paling lambat pada akhir April 2018.

Berikut Perbedaan Kereta MRT dan LRT Jakarta:

1. Desain

Kereta MRT Jakarta didominasi warna biru dan abu-abu metalik. Desain tersebut merupakan desain kedua yang dipilih oleh tim Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan dibuat oleh desainer dari pabrik Nippo Sharyo.

Kereta LRT Jakarta dibalut warna putih dengan detil cat warna hitam, merah, dan biru muda. Desain tersebut dibuat oleh pabrikan asal Korea Selatan.

2. Dimensi

Kereta MRT Jakarta memiliki dimensi 20m x 2,9m x 3,9m untuk masing-masing gerbong kereta. Sementara itu, kereta LRT memiliki dimensi yang lebih kecil yaitu 11,5m x 2,6m x 3,6m.

3. Jumlah Rangkaian

Satu set rangkaian MRT terdiri dari enam kereta dengan jumlah total yang dipesan sebanyak 16 set rangkaian. Dalam hal kecepatan, MRT memiliki kecepatan maksimal 100 km/jam. Sementara itu, satu set rangkaian LRT terdiri dari 2-3 kereta dan total yang dipesan PT Jakpro berjumlah 16 set rangkaian.

Gerbong kereta LRT Jakarta akan berukuran 20 m untuk panjang dan 3 m untuk lebar dengan kapasitas maksimal 226 penumpang per gerbong atau 678 penumpang dalam satu rangkaian/set dengan kecepatan maksimal 80 km/jam. Nantinya LRT Jakarta akan terdiri dari 3 gerbong dalam satu set dan akan berjumlah total 60 set kereta LRT.

4. Kapasitas Penumpang

Rolling stock MRT Jakarta mampu menampung 332 orang per kereta atau 1.950 orang per rangkaian. Di sisi lain, LRT Jakarta hanya menampung 118 orang per kereta atau tak lebih dari 500 orang per rangkaian satu kali jalan.

5. Material

Kereta MRT dibuat dari material baja anti karat dengan berat satu kereta 31-35 ton. Sementara itu, gerbong LRT dibuat dari bahan aluminium campuran.

Secara kasat mata, LRT tidak jauh berbeda dengan kereta perkotaan lainnya, baik itu kereta rel listrik (KRL) Commuter Line ataupun mass rapid transit (MRT). Ketiganya sama-sama digerakan oleh aliran listrik dari bagian atas.

Jika pemerintah sudah memiliki MRT, kenapa harus membuat LRT juga? Kereta yang digunakan dalam LRT lebih ringan dibanding MRT. Jalurnya pun tersebar dengan jangkauan yang lebih luas di seluruh Jakarta. Keduanya akan terintegrasi agar bisa saling bekerja sama mengurangi kemacetan di Jakarta karena memiliki jalur lintasan yang tidak bersinggungan dengan jalan sehingga perjalanannya tidak akan terhambat oleh kendaraan lain.
Widodo Groho Triatmojo
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Mengenal Dua Moda Transportasi Berbasis Rel MRT dan LRT Jakarta. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers