Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan jalan-jalan sesat ini terkadang penuh tekanan. Namun tekanan dan intimidasi itu melahirkan kecerdasan dan ketertindasan melahirkan kreatifitas...

Pin It

15 August 2017

Google Bayar Pajak Di Indonesia Rp 5,2 Miliar, Lalu Berapa Pendapatan Google?

Sebagai mitra Google Adsense, kita tentu merasa senang karena akhirnya Google melunasi pajaknya di Indonesia. Menurut data Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Google telah terdaftar sebagai badan hukum dalam negeri di KPP Tanah Abang III dengan status sebagai penanaman modal asing (PMA) sejak 15 September 2011 dan merupakan dependent agent dari Google Asia Pacific Pte Ltd di Singapura. Berapa besaran pajak Google Di Indonesia? Berdasar dokumen pajak hasil audit Ernst & Young LLP terbitan 11 Februari 2016 tertera, PT Google Indonesia (PT GI) telah membayar pajak pada tahun 2015 sebesar Rp 5,2 miliar atau 25% dari penghasilan kena pajak (taxable income) sebesar Rp 20,88 miliar. Selama tahun 2015, PT GI membukukan pendapatan sebesar Rp 187,5 miliar. Pembayaran pajak pada tahun 2015 ini memang turun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 7,7 miliar dari penghasilan kena pajak sebesar Rp 30.7 miliar.


Adapun pada dokumen pajak Google lainnya yang di muat oleh KONTAN, Google Asia Pacific Pte. Ltd (GAP) membukukan total pendapatan sebesar US$ 109,2 juta yang didapat dari klien di Indonesia pada tahun 2015 di mana 10 besar klien Indonesia berkontribusi sebesar 55% dari pendapatan atau sebesar US$ 60 juta.

Sumber Pendapatan Google

Lalu, dari mana sumber pendapatan Google? Posisi strategis Google tak lepas dari banyaknya portofolio bisnis yang dimiliki, sehingga pundi-pundi uang juga mengalir dari segala penjuru. Selama 2015 saja, penghasilan total Google di seluruh dunia mencapai 75 miliar dollar AS atau Rp 987 triliun. Pengiklan adalah kunci utama pemasukan Google. Untuk lebih rinci, setidaknya ada lima pintu masuk uang ke kas Google, yakni.

1. AdWords

Dari 75 miliar dollar AS penghasilan Google pada 2015, sebanyak 52,4 miliar dollar AS (Rp 689 triliun) atau mayoritasnya, berasal dari AdWords. Fitur tersebut memungkinkan pengiklan menjangkau masyarakat online dengan beriklan di platform Google.

Jika Anda pernah mencari suatu informasi, misalnya "mobil murah" di kolom pencarian Google, Anda bakal mendapati beberapa baris hasil penelusuran teratas yang disematkan embel-embel "Ad". Informasi itu dipasang oleh pengiklan yang menggunakan fitur AdWords Google.

Tak cuma di Search, AdWords juga malang-melintang di layanan Google lainnya, semisal YouTube. Intinya, format iklan yang terpatri di layanan milik Google merupakan AdWords, baik bentuknya banner, teks, video, gambar, rekomendasi, dll.

Rentang pembayaran AdWords pun beragam, sesuai dengan tool yang digunakan pengiklan. Makin banyak tool yang dipakai, iklan akan tersampaikan ke pasar yang spesifik dan sesuai sasaran. Setiap klik yang didapat pengiklan punya nilai bayaran ke Google.

2. AdSense

Fitur iklan Google Adsense ini paling populer di kalangan publisher atau kreator. Pemilik website atau kerap disebut blogger dan kreator YouTube alias YouTuber adalah dua pihak yang mendapat untung paling besar dari AdSense.

Secara singkat, AdSense merupakan sarana beriklan, di mana Google memediasi pengiklan dengan para kreator yang punya massa online. AdSense ini sangat menitik beratkan traffic suatu blog atau view suatu channel YouTube.

AdSense merupakan sumber pendapatan kedua Google setelah AdWords. Pada 2015 lalu, dari keuntungan 75 miliar dollar AS, kontribusi Google AdSense mencapai 15 miliar dollar AS atau setara Rp 197 triliun.

3. AdMob

AdMob sejatinya sama dengan AdSense, namun untuk platform mobile. AdMob ini digunakan oleh para pembuat aplikasi Android. Jika Anda pernah bermain game atau mengunduh aplikasi di Play Store, biasanya muncul iklan berupa banner di sudut bawah aplikasi atau tiba-tiba muncul di layar depan. Itulah salah satu wujud AdMob.

Perlu digarisbawahi, pada AdWords, AdSense, dan AdMob, pengiklan cuma membayar jika iklannya diklik oleh masyarakat. Harga tiap kliknya pun beragam, sesuai dengan tool yang digunakan maupun asal negara. Pada AdWords, duit iklan serta merta masuk ke Google. Sementara itu, pada AdSense dan AdMob, Google harus membagi penghasilan ke kreator dan publisher.

Selain pemasukan di atas, Google masih punya komponen pemasukan lain yang bentuknya berbagi komisi dengan perusahaan lain seperti Google Shopping, Google Flight, Google Compare, dan sebagainya. Namun, sektor tersebut masih hijau dan belum berkontribusi banyak pada kas Google.
Widodo Groho Triatmojo
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Google Bayar Pajak Di Indonesia Rp 5,2 Miliar, Lalu Berapa Pendapatan Google?. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers