Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan jalan-jalan sesat ini terkadang penuh tekanan. Namun tekanan dan intimidasi itu melahirkan kecerdasan dan ketertindasan melahirkan kreatifitas...

Pin It

08 February 2017

Jalan Dzikir Dan Thoriqoh Tembang Sluku Sluku Bathok Dalam Kitab Khozinatul Asror

Pagi ini, saat antri muat di Bogor dan semua pada tidur, saya mendengarkan lagu Sluku Sluku Bathok. Sambil mendengarkan lagu mari kita mengungkap misteri dan makna filosofi tembang Sluku Sluku Bathok ini. Pagi ini makna tembang ini saya sarikan berdasarkan Khozinatul Asror (Sayyid Muhamad Haqqi Anazli 1261H).


Kita semua tentu sering membaca sejarah wali songo. Ya, di dalam menyebarkan agama Islam, para wali songo pada waktu itu menyampaikan pesan dan wejangannya melalui berbagai macam cara, termasuk diantaranya melalui tembang tembang jawa, lagu dolanan dan lain sebagainya. Sedangkan salah satu hasil karya peninggalan para wali pada waktu itu dan yang terkenal dan populer dimasyarakat Jawa diantaranya adalah Tembang “Sluku Sluku Bathok“. Meski siapa yang menciptakan tembang ini masih simpang siur, ada yang mengatakan tembang ini diciptakan olehSunan Giri (Syaih Ahmad Ainul Yaqin) dan ada pula yang mengatakan itu adalah ciptaan sunan Kali Jaga atau bahkan yang lainya.

Tapi yang jelas lagu ini diciptakan oleh salah satu dari wali songo pada zaman itu. Yaitu pada kira-kira tahun 1400-an. Pada tahun 1261H atau sekitar tahun 1800-an, Sayyid Muhammad Haqqi Annazli menulis kitab Khozinatul Asror dan di dalamnya ditemukan sebuah kata-kata yang sangat mirip bila disandingkan dengan lirik lagu ini. Kitab tersebut banyak menjelaskan tentang ilmu Haq filqolbi, seperti misalnya tentang Dzikir dan tentang Thoriqoh.

Mengutip dari puspotajem.com, syair tembang Sluku Sluku Bathok dan kalimat-kalimat Syair yang ada di kitab Khozinatul Asror tersebut mengandung makna filosofi yang tinggi, yaitu tentang cara atau jalan yang harus ditempuh untuk mendapatkan ilmu Haq Filqolbi.

Dan syair atau lirik bahasa Arab beserta maknanya adalah sebagai berikut:

SLUKU SLUKU BATHOK
BATHOKE ELA ELO

Usluk sulukal baqo’
Baqo’uhu laailaaha illallooh

SIROMO MENYANG SOLO,
OLEH-OLEHE PAYUNG MOTHA

Sirro maa yashilu ilalloh fahayyun laa yamuut

TAKJENTHIT LOLO LOBAH
WONG MATI ORA OBAH

Fajadid lahul hubbah
fabatinuhu bil makrifah

YEN OBAH MEDENI BOCAH
YEN URIP GOLEKO DUIT

Bayyinul mahabbah bidawaamil muroqobah
Bayyinul makrifah bil baqoo’I tafwidz

Arti bahasa Jawanya kira-kira:

Nyilem, Nyilemo siro kanti langgeng
Kelanggengan iro klawan Laa ilaaha illallooh
Rahasianing ati iro bakal iso wushul maring Alloh kang tansah urip ora tau mati
Lan bakal Nukulke katresnan iro mareng Alloh
lan batin iro biso makrifah
Wujude tresno iku langgenge takorup mareng Alloh
Wujude makrifah iku kekale manunggal marang sifate gusti

Dan berikut ini penjelasan singkatnya

SLUKU SLUKU BATHOK BATHOKE ELA ELO
USLUK SULUKAL BAQO' BAQOO'UHU LAA ILAAHAILLALLOOH

“Menyelam lah (laku suluk dan Dzikir) dengan jalan Holwat dan uzlah, dengan terus menerus melatih dan melafalkan kalimah dzikir Laa ilaahaillalloh di lisan maupun di dalam hati (tentu dengan bimbingan seorang guru mursyid).

Sedangkan pengertian Holwat dan uzlah secara simpelnya adalah menyepikan diri dari keramaian dengan niat memutuskan diri dari segala urusan duniawi sementara, dan semasa Holwat.

Nah itulah pesan yang ingin disampaikan para wali di tanah Jawa melalui tembang Sluku Sluku Bathok ini.
Widodo Groho Triatmojo
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Jalan Dzikir Dan Thoriqoh Tembang Sluku Sluku Bathok Dalam Kitab Khozinatul Asror. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers