Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan jalan-jalan sesat ini terkadang penuh tekanan. Namun tekanan dan intimidasi itu melahirkan kecerdasan dan ketertindasan melahirkan kreatifitas...

Pin It

03 July 2016

Jalur Pantura Di Malam Hari

Sudah setahun Tol Cipali (Cikopo-Palimanan) beroperasi menghubungkan antara Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah. Meski jalur bebas hambatan ini bisa mempersingkat waktu jarak tempuh, Jalur Pantura nampaknya masih menjadi favorit, terutama kendaraan bermuatan barang.

Truck angkutan barang lebih menyukai Jalur Pantura ketimbang Tol Cipali. Sebab, selain jalur yang ditempuh tak berkelok, para sopir truk juga bisa di mana saja beristirahat. Tak hanya itu, adanya warung remang-remang di beberapa wilayah juga Jalur Pantura. Setelah ada Tol Cipali 70 persen truk-truk tetap pilih Jalur Pantura karena jalanya lurus, bisa berhenti di mana saja dan masih banyak warung remang-remang.


Beberapa wilayah yang banyak terdapay warung remang-remang yakni Ciberes, Subang dan beberapa titik di Indramayu. Sementara di Cirebon, tidak terlalu banyak karena pemerintah daerah setempat cukup tegas dalam menangani hal itu.

Seperti dalam pantauan saya, truck nampak berjejer dipinggir jalan menuju arah Pamanukan. Truck tersebut membawa muatan tertutup terpal. Mesin truck nampak dalam kondisi mati dan tanpa pengemudi. Tak jelas di mana keberadaan para sopir-sopir truck itu. Namun tepat ditempat sopir itu memarkirkan truk-truknya, berjejer juga kafe remang-remang. Kafe-kafe itu ialah lokalisasi. Di sepanjang Jalur Pantura, kafe-kafe ini berjejer. Di depannya, wanita berpakaian seksi dengan dandanan menor menggoda setiap sopir-sopir lewat. "Ayang sini mampir," begitu seorang wanita merayu para sopir-sopir itu mampir. Kata-kata dilontarkan mereka hampir sama. Semua dipanggil sayang seraya melambaikan tangan.

Kehidupan Malam Jalur Pantura

Kehidupan malam di Jalur Pantura memang seolah tak pernah surut. Setiap malam musik tarling dan dangdut itu menggema hingga terdengar samar-samar. Kehidupan itu juga rupanya menjadi gambaran nyata dari sosok wanita yang kerap ditemui di belakang bak truck. "Kadang sopir juga suka minta dibuatkan seperti itu (Gadis-gadis Pantura dll)," ujar Warsono, seniman bak truk saat berbincang, Sabtu dua pekan lalu.


Jangan kaget jika saking terkenalnya, dulu hampir setiap truk lewat dan berasal dari Pantura, gambarnya wanita. Misal 'Rayuan si Jablai', gambarnya wanita dengan pay*dara hanya dibalut dengan kutang berenda. Gambarnya pun dilukis dengan baju menerawang.

Warung Remang-Remang Sepanjang Jalur Pantura

Kafe remang-remang di jalur Pantura memang berjejer puluhan. Paling banyak kafe-kafe menjajakan wanita itu ditemui di Kabupaten Indramayu hingga Subang. Jenis kafenya pun serupa. Sebuah rumah dengan banyak sekat kamar di dalamnya. Di sisi luar, kafe itu juga menyediakan karaoke menggunakan DVD. Kafe itu juga merangkap warung kelontongan menjual minuman. Musiknya menggema keras hingga terdengar sampai ke jalan raya. Sedangkan di bagian paling luar, wanita-wanita menggoda setiap pengendara lewat.

Keberadaan gambar-gambar wanita di belakang bak truk asal Pantura memang bisa jadi itu salah satu buah karya Warsono. Apalagi sebagai seniman pelukis bak truk dia mengerjakan sesuai pelanggan. Era 1990-an ialah kejayaan gambar-gambar wanita itu. Warsono mengaku gambar itu diminati para sopir biasa membawa barang melintas di Pantura. Apalagi cerita soal wanita dia gambar memang benar adanya.

Sosok wanita itu ialah gadis penggoda di Jalan Pantura. "Kadang saya suka diceritakan juga sama sopirnya," kata Warsono sambil mengepulkan asap rokoknya. Meski kini tak ada lagi para sopir itu meminta digambarkan wanita, namun cerita tentang Pantura memang kesohor hingga kini. Terkenal karena gadisnya. "Kalau sekarang sudah jarang yang mau," katanya.

Salah satu tempat pernah kita cek sambangi mengenai cerita gadis-gadis Pantura yakni Pasar Jodoh di Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu. Di salah satu desa, banyak wanitanya sudah menyandang status janda di usia muda. Usianya pun terbilang belia, masih di bawah 17 tahun. Namun karena perkawinan mereka kandas, mau tak mau mereka menyandang status janda.

Eka salah satunya. Saat berbincang, dia sedang menunggu suaminya melintas membawa penumpang menuju Terminal Pulo Gadung, JakartaTimur. Pekerjaan suaminya ialah sopir. Eka memesan dua bungkus es buah untuk dititipkan kepada suaminya. Ketika suaminya melintas, Eka kemudian menaiki bis kelas ekonomi itu untuk meminta jatah uang.

"Paling seminggu sekali ditengokin," ujar Eka sambil tertawa. Menurut Eka, keponakannya kini ada tiga orang menyandang status janda. Usianya masih belasan. "Usianya 16 tahunan," ujarnya.
Widodo Groho Triatmojo
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Jalur Pantura Di Malam Hari. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers