Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan jalan-jalan sesat ini terkadang penuh tekanan. Namun tekanan dan intimidasi itu melahirkan kecerdasan dan ketertindasan melahirkan kreatifitas...

Pin It

15 May 2016

Sejarah Hino, Dari Diesel Motor Pecah Menjadi Hino dan Isuzu Hingga Dimiliki Toyota

Setelah mencoba produk terbaru Hino, yakni Bus Hino FC kok tiba-tiba saya ingin menulis sejarah Hino. Sejarah Hino di mulai pada tahun 1910 dengan sebuah perusahaan Jepang asal Tokyo yaitu Tokyo Gas Industry Company (TGIC) yang mendirikan sebuah divisi di bidang otomotif. Setelah berhasil membuat beberapa unit prototype, pada tahun 1918 Tokyo Gas Industry Company (TGIC) mulai memproduksi masal truck untuk di jual di pasaran. Truck pertama yang di buat Tokyo Gas Industry Company (TGIC) ini di beri label TGE A-Type. Truck pertama Hino ini langsung menarik minat para konsumen dan menjadi truk yang paling populer bahkan menjadi maskot selama beberapa tahun.


Mulai pada tahun 1930 banyak industri mobil sejenis melakukan konsolidasi seiring pesatnya laju perindustrian. Tokyo Gas Industy Company (TGIC) pun tidak mau ketinggalan sehingga TGIC melakukan kerja sama dengan dua industri otomotif lainnya yaitu Automobile Industry Company Ltd dan Kyodo Kokusan K.K (Kabushki Kaisha) pada tahun 1937. Ketiga perusahaan ini bergabung menjadi satu dengan nama Tokyo Automobile Industry Company.


Diesel Motor Industry Menjadi Hino Dan Isuzu

Pada tahun 1941 seiring dengan penjajahan Jepang terhadap China dan embargo dari Amerika, Tokyo Automobile Industry Company berubah menjadi suplier mesin perang dan berubah nama menjadi Diesel Motor Industry Company, Ltd. Ahirnya pada tahun 1942 perang antara Jepang dan Amerika tidak dapat terhindarkan dan Diesel Motor Industry Company, Ltd pecah menjadi dua. Pecahan pertama masih memakai nama lama yaitu Diesel Motor Industry Company, Ltd. yang sekarang kita kenal dengan Izuzu Motor sedangkan pecahan yang kecil menjadi Hino Heavy Industry Company, Ltd. Mulai pada tahun 1942 Hino Mulai berdiri mandiri dengan nama Hino Heavy Industry Company, Ltd. Hingga sekarang nama tersebut makin berkembang dengan pesat.

Hino Bersama Toyota Bikin Sedan Hino Samurai

Pada Tahun 1952 Hino mengeluarkan produksi pertamanya yaitu Blue Ribbon. Bus Blue Ribon ini menganut desain Eropa dengan mesin tertanam di lantai. Seiring dengan pesatnya perkembangan pada tahun 1959 Hino Heavy Industry Company, Ltd. mengubah namanya menjadi HinoMotor Ltd. dan melakukan kerja sama dengan Toyota membuat Sedan Contesa (Hino Samurai) dan dengan Renault membuat Renault 4CV. Hino Contessa memenangkan kejuaraan megah di grand prix, Sedan Ras kelas C 9th di Califonia, Amerika. Nama team di grand prix itu adalah Tim Samurai sehingga sedan contesa lebih terkenal dengan nama Hino Samurai. Pada tahun 1964 Hino mengeluar kan produknya yang terkenal Hino Ranger dan pada tahun 2001 Hino menjadi anak dari perusahaan besar Toyota.


Menurut situs Wikipedia, Hino Motors, Ltd. (日野自動車, Hino Jidōsha, TYO: 7205) atau populer dengan nama Hino adalah perusahaan multi nasional yang memproduksi mesin diesel, truk, dan bus. Sejak 1973, perusahaan ini menjadi produsen truk medium dan truk heavy-duty di Jepang. Perusahaan yang didirikan pada tahun 1942 ini berkantor pusat di Hino, Tokyo. Hino merupakan divisi dari Toyota Motor Corporation. Akhirnya Hino bergabung dengan Toyota tahun 1967. Menurut wikipedia juga, Toyota memiliki saham 50,1 % pada Hino.

Disarikan dari:
- Hino
- Wikipedia
Widodo Groho Triatmojo
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Sejarah Hino, Dari Diesel Motor Pecah Menjadi Hino dan Isuzu Hingga Dimiliki Toyota. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers