Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan jalan-jalan sesat ini terkadang penuh tekanan. Namun tekanan dan intimidasi itu melahirkan kecerdasan dan ketertindasan melahirkan kreatifitas...

Pin It

10 January 2016

Berapa Jarak Aman Antar Kendaraan Saat Melaju Dan Bagaimana Cara Menghitungnya?

Faktor penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas sering dipicu kurang disiplinnya pengemudi menjaga jarak aman dengan mobil di depannya (safe following distance). Jarak aman dalam berkendara adalah jarak toleransi antara satu kendaraan dengan kendaraan lain di depan saat terjadi pengereman mendadak atau sebab lain, sehingga terhindar dari tabrakan.

Jarak aman dianggap penting, ini karena dengan jarak aman kendaraan memiliki cukup ruang untuk bermanuver atau merespon situasi di depan.


Menurut hitungan matematis, manusia umumnya memerlukan waktu sedikitnya 2 detik untuk bereaksi atas situasi membahayakan yang tidak diprediksi. Sedangkan untuk situasi bahaya yang sudah diprediksi, manusia bisa bereaksi kurang dari 2 detik.

Masalah yang terjadi di lapangan, saat berkendara situasi bahaya terkadang tidak bisa bahkan sulit sekali untuk diprediksi. Misalnya kendaraan di depan mengerem mendadak sehingga waktu 2 detik menjadi sangat krusial.

Lantas bagaimana menentukan jarak aman kendaraan? Berikut patokan untuk mengetahui jarak aman menurut Indonesia Defensive Driving Center dalam buku Safety Driving.

Jarak 3 detik
Jarak aman antar kendaraan saat melaju adalah 3 detik. Dengan asumsi, reaksi manusia biasanya membutuhkan waktu 1,5 - 2 detik, ditambah reaksi mekanis mobil saat pengereman 0,5 - 1 detik. Trus, untuk patokan bisa menggunakan benda diam di pinggir jalan misalnya pohon, papan rambu, reklame atau tanda lain. Caranya, ketika mobil di depan Anda melewati tanda tersebut, hitung berapa waktu yang Anda butuhkan untuk mencapai titik tersebut. Bila kurang dari 3 detik berarti jarak terlalu dekat.

Patokan tersebut tidak berlaku pada saat hujan. Selang waktu yang ideal menjadi 4 sampai 5 detik. Sedangkan ketika melintas di jalan licin, jarak ideal bisa dua kali lipat dari normal.

Jarak konvensional
Dinas Perhubungan juga memperkenalkan cara mudah untuk mengukur jarak aman, dengan perhitungan jarak yang berbanding lurus dengan kecepatan mobil. Rumusnya yaitu dengan menghitung prosentase 10% dari kecepatan kendaraan. Misalnya jarak aman untuk kecepatan 80 km/jam adalah 80 meter, 100 km/jam adalah 100 meter dan seterusnya. Ini logis, karena sebuah kendaraan untuk berhenti mulus diperlukan waktu sekitar 8-10 detik menjadi benar-benar diam.

Jika sulit memperkirakan jarak tersebut, Anda bisa menggunakan patokan 'mata kucing' yang biasanya berada di tengah jalan. Jarak antara tanda tersebut adalah 50 m.

Tips sederhana yang lainnya, yakni saat kita berkendara minimal harus melihat dengan jelas bemper kendaraan di depan. Jika terhalang mobil kita sendiri, berarti kita sedang di luar jarak aman.
Widodo Groho Triatmojo
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Berapa Jarak Aman Antar Kendaraan Saat Melaju Dan Bagaimana Cara Menghitungnya?. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers