Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan jalan-jalan sesat ini terkadang penuh tekanan. Namun tekanan dan intimidasi itu melahirkan kecerdasan dan ketertindasan melahirkan kreatifitas...

Pin It

06 September 2014

Video President Soekarno In Moscow 1959

Nikita Khruschev, pemimpin tertinggi Uni Soviet sebelum Leonid Brezhnev, menulis dalam buku hariannya: “Presiden Soekarno sangat cerdas, sekaligus punya otak. Berbeda dengan pemimpin dunia lainnya, yang cerdas tapi tidak punya otak, meski kalau punya otak, tidak cerdas.”




Lihat Video President Soekarno In Moscow 1959 Di Sini

Kunjungan Nikita Khruschev di penghujung 1959-an itu, mendapat kunjungan balasan dari Presiden Soekarno. Sepulang dari Moskow, Soekarno memerintahkan pembangunan MONAS dan Stadion Senayan, padahal negara sedang pailit dan rakyat dilanda kelaparan. Konon Soekarno terinspirasi oleh stadion Moskow yang gagah itu. Tapi apa sesungguhnya yang terjadi saat Presiden Soekarno berada di Moskow?

Sudah menjadi kebiasaan bahwa departemen psikologi KGB sangat antusias mengamati tingkah-laku raja-raja dan para Presiden di seluruh dunia. Bagi KGB, Presiden Soekarno sangat mudah ditaklukkan. Soekarno punya kelemahan fatal, yaitu sangat menggemari wanita.

Soekarno tahu wanita-wanita mana yang mampu memberikan kepuasan dahsyat di ranjang.

Sekali Soekarno merayu, maka sang wanita akan menjadi kekasihnya. Dewi Soekarno seorang pelacur kelas tinggi dari Jepang, memberikan pengakuan sebagai berikut: “...Bapak adalah pria paling perkasa. Dari sekian banyak pria, hanya Soekarno-lah yang paling hebat di tempat tidur.”

KGB menyediakan kamar khusus untuk Soekarno di Moskow. Soekarno ditemani oleh seorang wanita super cantik dan super seksi yang boleh digaulinya di tempat tidur. Wanita itu adalah seorang pelacur kelas tinggi yang khusus untuk melayani tamu negara, direkrut sebagai agen rahasia oleh departemen pelacuran dalam organisasi KGB. Dari balik kaca atau cermin, terpasang kamera film yang merekam hubungan badan antara Presiden Soekarno dengan seorang pelacur (agen KGB).

Presiden Soekarno diajak bersama-sama untuk menonton film tersebut. Agen KGB itu memberitahukan bahwa semua ini sudah diatur. Mereka memiliki ribuan pelacur yang terlatih. Rekaman ini bisa diedarkan dan diputar di depan bangsa Indonesia agar Presiden Soekarno jatuh martabatnya. Tapi kalau bendera komunisme dan ajaran Marxisme terus berkibar dan berkembang di Indonesia, rekaman tersebut akan dumusnahkan. Mereka punya beberapa copy dan siap diedarkan di bagian dunia manapun.

Akhirnya Soekarno mengizinkan PKI berkibar di Indonesia dengan konsep Nasakom. Ini yang ditolak oleh Sumatera Barat. Rakyat Sumatera Barat berontak melawan Soekarno. Amerika Serikat lewat CIA mendukung Sumatera Barat (waktu itu disebut Sumatera Tengah) dan memberikan AC (Air Cannon) secara gratis.

Air Cannon adalah meriam anti pesawat terbang buatan Amerika yang sangat mutakhir kala itu, diberikan dengan cara dijatuhkan dengan parasut dari pesawat terbang.

Ahmad Yani menyusun strategi untuk meredam pemberontakan Sumatera Barat di sebuah hotel di Muara Padang bersama tiga rekannya, dan menghujani kota Padang dengan bom-bom kelas berat dari laut. Seluruh kota bergetar. Sumatera Barat akhirnya menyerah kalah, karena Amerika menghentikan suplai senjata dan beralih membantu pasukan Ahmad Yani yang sangat kuat.

Di Indonesia, KGB dan CIA punya peranan yang aktif dan berbahaya. Rakyat Sumatera Barat dijadikan eksperimen negara-negara besar yang haus darah. Sejarah itu gila!

Salah satu departemen KGB yang ampuh adalah Dezynformatsiya atau Disinformasi, bertujuan memberikan informasi sesat untuk mengadu domba. KGB memberikan sebuah dokumen palsu yang berisi perbuatan tercela Amerika di Indonesia, sehingga Jakarta menjadi panas membara dan rusuh. KGB terkejut melihat hasilnya, karena semula hanya ingin menyentil, tapi malah menimbulkan perasaan anti-Amerika yang hebat dan kekacauan yang hebat pula. “Missi kita melebihi target,” kata Moskow gembira.

Dari sekian juta kegiatan mata-mata, KGB sempat juga merekrut mahasiswa Indonesia untuk menjadi mata-mata di Jepang. Namanya Maba Odantara. Ini rahasia KGB, tidak terungkap di Indonesia.
Widodo Groho Triatmojo
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Video President Soekarno In Moscow 1959. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers