Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan jalan-jalan sesat ini terkadang penuh tekanan. Namun tekanan dan intimidasi itu melahirkan kecerdasan dan ketertindasan melahirkan kreatifitas...

Pin It

10 July 2014

Mentalitas Berkendara Si Menyod ( Mental Nyodok) Di Jalan Raya

Meski udara pagi masih segar, namun tak mampu menyejukkan hati si Menyod (Mental Nyodok) untuk mengendarai kendaraan dengan tertib. Malah cenderung nyeruduk, serobot dari sisi kiri dan ngomel - ngomel saat orang lain mengambil jalurnya.
Lantas siapa si Menyod itu ?



Fenomena Menyod ada di mana - mana. Di jalan raya, jalan kecil hingga jalan kampung ada si Menyod. Bahkan orang yang terlihat baik - baik, sabar dan berpendidikan tinggi pun, ia bisa berstatus menyod di jalan. Ya, karena dia tak lagi mampu menguasai emosinya. Jadi sebut saja dia si Menyod alias si Mental Nyodok. Lantas kenapa hal ini bisa terjadi ?

Ada banyak sebab kenapa orang bisa menjadi enggak karuan di jalan. Diantaranya :

1. IMMOBILITY
Dimana orang kalau sudah diatas kendaraan enggak bisa apa-apa. Karena secara fisik geraknya enggak bebas.

2. CONSTRICTION
Keterbatasan yang mengharuskan pengendara ada di jalurnya sehingga dia enggak bisa sesukanya.
Kondisi ini membuat emosi meningkat dan muncul kecemasan.

3. REGULASI
Regulasi juga bisa bikin emosi. Aturan di jalan mengharuskan pengendara taat batas kecepatan meski terburu - buru. Sementara itu, berada di jalan juga membuat perasaan seperti ditaruh dalam kondisi "membahayakan". Contoh, saat di jalan padat siapa sih yang pingin kendaraannya baret?
Perasaan marah, tak berdaya semuanya akumulatif. Maka Enggak karuanlah emosinya.

4. TERITORIALITY
Selain alat, kendaraan juga menggambarkan wilayah kekuasaan pengendaranya (Teritiriality).
Jadi kalau bisa jangan ada orang lain terlalu dekat. Dan sialnya di jalan padat itu tak mungkin. Maka emosi pun meningkat.

5. DIVERSITY
Perbedaan latar belakang pengendara ikut bikin stres. Di jalan juga orang cenderung tak mengakui kesalahan.

6. CYNICISM
Yakni melihat perilaku pengendara lain yang akhirnya memunculkan perilaku negatif dan mengarah pada timbulnya stress. Kesan buruk pada terhadap pengguna jalan yang lain membuat emosi gampang menyala.

Pengendara juga tak lagi menilai objektif. Kalau ada insiden misalnya, cenderung menyalahkan. Padahal subjektivitas ini mendorong stress dan menimbulkan agresivitas untuk "melukai" orang lain.

7. UNPREDICTABLE
Dimana kita sulit menebak hujan, panas dan suara berisik yang tak bisa di perkirakan.

8. AMBIGUITY
Kita sulit memahami perilaku orang lain di kendaraan.

Nah, faktor - faktor diatas itulah sering terjadi pada oerang yang terdidik sekalipun untuk mengeluarkan kata - kata yang enggak sepantasnya.

Menyod Itu Bukan Abnormal

Si Menyod memang bisa di bilang "sakit". Namun bukan berarti abnormal. Sebab perilaku di atas hanya reaksi atas kondisi dan hanya melanggar hal normatif.

Bagi anda yang setiap hari mengendarai kendaraan, ada 3 aspek yang perlu di perhatikan agar enggak ikut - ikutan sakit, yaitu:
- Kognitif
- Afektif
- Psikomotor

Yang pertama KOGNITIF (aspek pikiran). Kalau kita mikir positif maka menghadapi kondisi stressfull dengan positif pula. Misal, Ya beginilah jalan...

Nah, aspek tadi akan mempengaruhi AFEKSI atau sikap positif yang membuat kita menerima dan tak mudah marah. Sikap ini juga mengontrol diri untuk tidak ikutan nyodok.

Nah, jika sikap positif sudah di capai akan membuat perilaku (PSIKOMOTOR) ikut baik pula.
Namun dalam kondisi kepepet, perilaku kadang menyalahi sikap positif. Kita yang punya norma benar hanya mampu bilang, "mereka itu gila".
Widodo Groho Triatmojo
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Mentalitas Berkendara Si Menyod ( Mental Nyodok) Di Jalan Raya. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers