Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan jalan-jalan sesat ini terkadang penuh tekanan. Namun tekanan dan intimidasi itu melahirkan kecerdasan dan ketertindasan melahirkan kreatifitas...

Pin It

12 April 2014

Keunikan Penggemar Bus

Manusia memang memiliki keunikannya masing-masing.
Saya unik.
Kamu unik.
Mereka unik.
Definisi unik antara individu yang satu dengan yang lain tentu saja berbeda. Apa yang dianggap unik oleh seseorang, bisa jadi dianggap gila oleh orang lain.
Contoh paling nyata adalah komunitas penggemar bus.
Baca Juga: Bagaimana Seharusnya Menjadi Penggemar Bus


Kecintaan terhadap sesuatu, kadang membuat kita melakukan hal-hal yang menurut orang lain di luar ‘nalar’ meski menurut si pelaku tidak ada yang aneh dengan perbuatannya itu.
Saking cintanya terhadap bus, seminggu sekali ada yang menyempatkan diri touring dengan bus, dari mulai menggunakan bis yang paling jelek sampai bus yang paling baru.
Mereka senang berada di dalam bus, meski gerahnya bukan main dan bau keringat penumpang dimana-mana. Bahkan sengaja nongkrong di terminal untuk memotret bus-bus yang diparkir di sana. Tak hanya itu, ia juga jago bila diajak berdiskusi soal mesin bus, karoseri, suspensi, atau hal teknis lainnya.

Makin Banter Makin Oke

Mereka pada umumnya adalah pasukan PBB (Penggemar Bis Banter). Bila bepergian dengan bus banter, biasanya mereka paling senang bila dapat tempat duduk tepat di belakang supir atau samping supir. Kursi tersebut merupakan kursi paling bergengsi dan keramat. “Supir bus banter memiliki teknik mengemudi yang tinggi. Paling senang melihat atraksi mereka” kata para penggemar bus.
Saking cintanya dengan bus banter, bahkan ada yang rela berdiri di pintu depan menggantikan kernet. Mereka juga hafal dengan istilah-istilah yang biasa dipakai para supir dan kernet seperti nyalip, kres, perpal, atau ngelen.

Hobi unik ini tentu pada mulanya mengundang kebingungan orang-orang terdekat. “Kok aneh, ada hobi naik bus. Dia juga ngomongin bus terus, mulai mesinnya, karoserinya, sopirnya” demikian tutur istri salah seorang penggemar bus. Atau simaklah komentar seorang istri lainnya terhadap suaminya yang penggemar bus, “Dia memang senang naik bus sejak dulu, tapi kok sampai mencari-cari komunitas segala”.

Apakah saya pecinta bus? Cinta sampai segitunya juga enggak, saya adalah penggemar transportasi publik. Hal yang mendorong saya bergabung dengan komunitas adalah : justru karena saya takut dengan bus. Saya suka ngeri melihat banyak supir bus yang ugal-ugalan dan membahayakan pengguna jalan lain. Mudah-mudahan dengan ikut komunitas ini kami bisa bersama-sama mengkampanyekan “mengemudi santun” di jalan.
Widodo Groho Triatmojo
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Keunikan Penggemar Bus. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers