Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan jalan-jalan sesat ini terkadang penuh tekanan. Namun tekanan dan intimidasi itu melahirkan kecerdasan dan ketertindasan melahirkan kreatifitas...

Pin It

15 September 2013

Secara Ekonomi Kita Masih Di Jajah Jepang

Sejak kalah perang di perang dunia kedua, Jepang tersadar. “Menjajah dengan AK47, C4, dan kapal induk cuma buang buang uang dan waktu saja, yang didapat cuma wilayah geografis dan sumber daya alam saja. Itupun gampang terjadi pemberontakan”. Kemudian mereka punya ide “Gimana kalau kita men-candu-i otaknya orang, dengan barang otomotif, elektronik, dan anime saja, kan itu lebih manusiawi, tidak kerasa kejamnya, tapi menguntungkan (secara duit dan nama baik) buat kita”.

Akhirnya, bangsa Jepang menarik mundur pasukannya, senjatanya? Biar saja dirampas pejuang Indonesia, biar mereka perang sendiri dengan NICA dan Belanda. Pasukan model baru buatan Jepang, Organisasinya namanya pabrik dan perusahaanya, bentuknya adalah otomotif, elektronik, dan kebudayaan (anime, komik, cozplay, dan lain-lain). Senjatanya adalah iklan, program CSR, dan acara acara lainnya, tujuannya dua :

1. Menjadikan semua bangsa di dunia menghamburkan uangnya, untuk membeli barang buatan Jepang, dan mengikuti kebiasaan orang Jepang

2. Menciptakan sales sales tanpa dibayar, bentuknya bisa jadi liputan berita di TV lokal, para pakar teknologi, sampai fans yang super fanatik dengan merek buatan Jepang.

Nah strategi Jepang tersebut berhasil, buktinya sekarang penjualan mobil Toyota di Amerika melebihi penjualan mobil buatan General Motors dan Ford. Juga fakta, kalau sepeda motor Jepang lebih laku dari pada Harley Davidson dan Victory di Amerika Serikat, di bidang kebudayaan dan animasi, karakter dari dunia kartun Jepang seperti Hatsune Miku, Megaman, apalagi Doraemon, hampir sama populernya dengan Donal Bebek dan pamannya, si Gober, di Amerika Serikat. Luar biasa, bahkan Amerika Serikat yang kelihatannya tamak saja sudah “dicandui” oleh orang Jepang kok hehehe.

Kalau Amerika Serikat saja sudah kecanduan, Apalagi Indonesia yang terkenal gampang menerima budaya asing, pokok kelihatan menarik langsung masuk. Setelah kekayaan alam dikuras penjajah asing dalam waktu ratusan tahun (dari abad XVII sampai abad XXI sekarang ini), kini orang Jepang “mengobok-obok” slip gaji dan isi dompet orang Indonesia dengan cara “Membuat orang Indonesia, beli sampah otomotif buatan Jepang, baik itu dengan uang cash maupun dicicil”. Launching Ninja 250FI (ER250FI) pertamanya di Indonesia yang katanya penghargaan karena KMI (Kawasaki Motor Indonesia) menjual Ninja 250 paling banyak di dunia adalah bahasa halus dari kalimat
Terima kasih ya orang Indonesia, kamu mau bekerja keras banting tulang, gak makan siang, dan bahkan memotong uang Belanja istri atau uang kencanmu, demi beli moge seperempat liter buatan saya, yang akhirnya terjebak di kemacetan. Saya terharu, ternyata banyak orang hedonis di Indonesia kayak kamu. Saya yakin, makin banyak orang yang betulnya kurang mampu akan beli mini moge 250cc Injeksi meskipun gak makan seminggu buat bayar cicilannya.
Widodo Groho Triatmojo
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Secara Ekonomi Kita Masih Di Jajah Jepang. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers