Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan jalan-jalan sesat ini terkadang penuh tekanan. Namun tekanan dan intimidasi itu melahirkan kecerdasan dan ketertindasan melahirkan kreatifitas...

Pin It

18 September 2013

Makna Bhineka Tunggal Ika

Bangsa yang maju adalah bangsa yang dapat menerima perbedaan dan berani menghadapi perubahan.
Saat ini banyak yang belum bahkan tidak memahami makna dari salah satu pilar kebangsaan Indonesia, Bhineka Tunggal Ika . Penting bagi kita untuk memahami dan menanamkan nilai - nilai Kebhinekaan Tunggal Ika dalam diri? Untuk apa? untuk membimbing kita dalam menjalin hubungan bermasyarakat dan memelihara harmonisasi dalam kemajemukan bangsa Indonesia.

Arti Bhineka Tunggal Ika bukan hanya sekedar kumpulan kata - kata yang dirangkai dalam bait - bait tak bermakna. Jauh sebelum kemerdekaan, Mpu Tantular dalam kitabnya Sutasoma menorehkan makna dalam untaian tiga kata Bhineka - Tunggal - Ika yaitu; Berbeda-beda tetapi satu jua. Jauh hari, Mpu Tantular sudah menekankan bahwa di nusantara ini tidak hanya hidup satu suku, satu ras, dan satu agama.

Indonesia memiliki suku bangsa yang terbanyak di dunia, terdapat lebih dari 740 suku bangsa atau etnis, bahkan di Papua saja terdapat 270 suku. Dengan 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa di Indonesia. Meski banyak memiliki bahasa daerah, bahasa Indonesia mampu menyatukannya tanpa menghilangkan tutur bahasa daerahnya. Indonesia mengakui 6 agama dan membebaskan warganya untuk menganut agama apapun yang diyakini dan dipercayainya.

Kenyataannya saat ini, masih ada juga kelompok yang menganggap kepercayaan dan ideologi yang mereka anut lebih baik dari yang lain sehingga memaksakan agar negara mengikuti keinginan dan paham yang mereka anggap benar dalam pelaksanaan negara ini.
Sebagai contoh, tanpa tanpa bermaksud membela atau menyudutkan satu kelompok manapun, saat ini pemberitaan di berbagai media diramaikan dengan kontroversi penyelenggaraan Miss World 2013 yang dilangsung di Indonesia. Sekelompok ormas yang membawa nama satu agama menolak habis - habisan ajang kecantikan ini. Penentangan itu bahkan disertai dengan makian - makian yang berbau rasis sampai ancaman - ancaman yang bernuansa “Pertempuran Darah” karena acara tersebut dinilai “menodai” nilai - nilai ketimuran yang dijunjung Indonesia. Sementara dari pihak penyelenggara, menyatakan dan meyakinkan kepada publik bahwa event internasional tersebut dikemas dengan budaya lokal dan tidak akan melanggar norma - norma yang berlaku.

Akibat kontroversi ini, pemerintahpun menjadi labil dengan keputusannya yang telah memberikan izin penyelenggaraan Miss World 2013 di Indonesia dan merevisi izin pelaksanaannya sehingga seluruh acara hanya dipusatkan di Bali saja. Dan masyarakat Bali pun dengan sangat senang hati menjadi tuan rumah penyelenggaraan Miss World 2013 karena dinilai memberikan keuntungan dari segi pariwisata yang menjadi sumber pendapatan terbesar warga Bali.
Itu hanya satu contoh dan masih banyak contoh peristiwa lainnya yang mengamcam harmonisasi kehidupan berbangsa seperti perusakan rumah ibadah satu kelompok agama oleh kelompok lainnya dan penyerangan terhadap satu sekte yang dinilai menganut agama ajaran sesat.

Tidak berhenti disitu saja, minimnya pemahaman masyarakat tentang nilai - nilai Bhineka Tunggal Ika juga kerap membuat satu kelompok atau suku tertentu lebih baik dari kelompok dan suku lainnya. Berbagai macam streotype menjadi bahan pembanding dan tak jarang bahan olok - olokan oleh pihak - pihak tertentu.

Terkait dengan kondisi sosial diatas juga mempengaruhi pola politik di Indonesia. Tampaknya, nilai - nilai Bhineka Tunggal Ika dan butir Pancasila nomor 3 dan 5 juga tak cukup dipahami masyarakat bahwa tidak boleh ada lagi sekat - sekat sosial yang terbentuk oleh suku, etnis, dan agama.
Negara memberikan kebebasan bagi seluruh masyarakatnya untuk memeluk kepercayaannya masing - masing dan itu dilindungan oleh Undang - Undang. Begitu juga dengan hak politik nya, seluruh masyarakat tanpa terkecuali memiliki hak politik yang sama selama identitas kenegaraan Indonesia melekat padanya. Itu artinya, setiap warga negara Indonesia bisa terjun dan melakukan akitivitas politik melalui partai politik apa pun. Mereka yang terlibat dalam politik juga memiliki hak untuk terjun dalam penyelenggaraan negara baik itu eksekutif, legislatif, maupun yudikatif.

Sebagai warga negara yang baik dan bangsa yang beradab, mari kita pahami betul - betul makna dari Bhineka Tunggal Ika dan nilai - nilai yang terkandung dalam Pancasila. Ini penting agar kita bisa terus mempertahankan toleransi dan harmonisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Beberapa bulan lagi Indonesia akan kembali menyelenggarakan pesta demokrasi 2014. Sekali lagi, semua rakyat Indonesia tanpa terkecuali berhak untuk ikut dalam pesta demokrasi yang digelar setiap 5 tahun sekali itu.
Sebagai bangsa yang beradab dan berpikiran maju ke depan, berpeganglah pada Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila.
Widodo Groho Triatmojo
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Makna Bhineka Tunggal Ika. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers