Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan jalan-jalan sesat ini terkadang penuh tekanan. Namun tekanan dan intimidasi itu melahirkan kecerdasan dan ketertindasan melahirkan kreatifitas...

Pin It

12 September 2013

Kearifan Pantura

Jalan menyimpan sejuta kenangan kelam, tragis, dan menyedihkan. Banyak korban berjatuhan di jalanan. Penggunaan jalan yang tak sesuai dengan nilai yang terdapat di jalan acap menimbulkan bencana. Tabrakan dan kejadian tragis lainnya sering terjadi akibat perilaku ugal-ugalan di jalan.


 

 Jalan memiliki memori yang tak akan lekang oleh zaman dan peradaban. Jalan sering mengingatkan akan masa kelam dan tragis yang pernah dialami negeri ini. Jalan pantura ada berkat pengorbanan para manusia yang tak berdaya oleh kaum kolonialis dan kapitalis. Ribuan nyawa telah dikorbankan untuk membentuk jalan yang sampai sekarang bisa dinikmati. Jalan yang panjangnya 1.316 kilometer ini dibangun dari sebuah tragedi kemanusiaan.

Dari sejarahnya, jalan pantura tak akan bisa dilepaskan dengan unsur magis. Pengorbanan jiwa manusia yang telah dilakukan untuk membangun jalan ini meninggalkan memori yang mengakibatkan timbulnya mitos. Di beberapa titik sering dikaitkan dengan makhluk gaib. Kecelakaan yang kerap terjadi dititik tertentu kerap dihubungkan dengan campur tangan roh yang menempati titik tersebut.

Barangkali hal ini maklum sebab orang Jawa kental dengan magis. Orang Jawa percaya pada hubungan kehidupan yang tampak dengan kehidupan yang tak tampak (alam gaib). Kearifan orang Jawa bisa dilihat dari kepercayaan mereka terhadap benda dan alam gaib. Kepercayaan itu memunculkan banyak kearifan menyangkut lingkungan hidup.

Begitupun juga dengan kearifan jalan pantura yang dipercaya oleh orang Jawa. Jalan pantura menuntut manusia yang lewat untuk senantiasa berlaku dengan wajar, menggunakan jalan dengan cara menghormatinya. Jalan pantura menuntut para pengendara untuk tidak bersikap sombong. Hal tersebut karena jalan pantura dibangun di atas ribuan kepala nenek moyang. Ribuan nyawa nenek moyang yang dikorbankan akan mengutuk siapa saja yang tidak menghargainya. Menghargai jalan pantura berarti ia telah menghargai nenek moyang. Jalan pantura tak ubahnya negara yang memiliki seabrek nilai yang harus ditaati. Jalan pantura hanya akan menghormati para pengguna yang menghormatinya. Hubungan inilah yang dipercaya oleh masyarakat Jawa dari dahulu hingga sekarang dan telah menjadi ciri khas kearifan orang Jawa.

Jalan pantura menyisipkan sebuah peradaban baru yang tak kunjung berhenti. Jalan pantura menggiring manusia untuk mengukuhkan kebudayaannya sendiri dan dengan caranya masing-masing. Terdapat ratusan bahkan ribuan kebudayaan yang bercokol di sekitar jalan pantura. Dengan disesuaikan pada konstruk dan struktur masyarakat, budaya di sekitar jalan pantura mengakar dan turun-temurun.

Budaya tersebut merupakan kearifan lokal yang mesti dijaga. Sebab budaya yang tumbuh di sepanjang jalan pantura merupakan kekayaan budaya negeri ini yang mestinya menjadi bahan referensi pembelajaran. Selama ini, kebudayaan hanya menjadi kebanggaan tanpa ada ikhtiar untuk melestarikannya secara serius. Barangkali inilah yang menjadi kelemahan bangsa ini. Budaya kerap ditinggalkan oleh masyarakat. Bahkan, budaya kerap menjadi sebuah artefak yang tak berguna.

Padahal, budaya merupakan sebuah identitas tersendiri bagi bangsa ini dalam pertarungan dan pertaruhan harga diri. Jalan pantura menjadi ajang perhelatan budaya yang tak akan lekas mati. Ia senantiasa bercokol dan tumbuh seiring perkembangan zaman.

Penghormatan

Sikap, aksi, dan reaksi masyarakat terhadap jalan pantura merupakan cermin dalam memperlakukan kearifan. Kerap kali masyarakat menggunakan jalan pantura hanya sebagai alat yang tak pernah dihargai. Akibatnya jalan pantura menjadi murka dengan menjadikan tragedi yang acap kali terjadi. Bukan tragedi proses pembuatan jalan, melainkan tragedi kecelakaan alamiah yang sarat akan sebuah kelalaian pengguna. Hal yang sama akan berulang terjadi manakala perlakuan masyarakat terhadap jalan pantura tak jua berubah. Tabrakan menjadi sajian yang kerap menyisakan nestapa dan lara. Trauma pun menghiasi jalan pantura dengan berbagai dimensi korbannya. Tak jarang kita melihat kejadian yang sama terjadi dalam satu tempat di titik jalan. Hal yang demikian inilah yang di kemudian hari menjadikan mitos tumbuh dan dipercaya masyarakat. Mitos ini memberikan dampak positif terhadap perilaku masyarakat setelahnya. Sebab mereka akan menghargai jalan. Mereka tidak lagi memperlakukan jalan dengan seenaknya sendiri. Mitos ini timbul akibat percaturan peristiwa yang sedang terjadi dengan masa lalu. Karena mitos digunakan untuk menafsirkan realitas yang ada dan mempertajam realitas itu sendiri.

Penghormatan terhadap jalan pantura akan berdampak pada keberlangsungan kehidupan dan kebudayaan manusia. Hubungan timbal balik ini mestinya harus senantiasa dijaga dengan baik. Manusia menghormati jalan dan jalan akan ikut menjaga kehidupan manusia.
Widodo Groho Triatmojo
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Kearifan Pantura. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers