Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan jalan-jalan sesat ini terkadang penuh tekanan. Namun tekanan dan intimidasi itu melahirkan kecerdasan dan ketertindasan melahirkan kreatifitas...

Pin It

25 May 2016

Pengemudi Bus Malam, Gaji Besar Bertaruh Nyawa

Sebagai penggemar bus, kali ini saya ingin berbagi seluk beluk dan suka duka pengemudi bus malam. Kalau kita lihat sepintas, profesi sebagai pengemudi bus malam itu sepertinya mudah dan menyenangkan. Tinggal mengikuti rute yang ditugaskan dan sesuai dengan plot waktu yang ditentukan. Makanya banyak para penggemar bus pemula yang bercita-cita menjadi pengemudi bus malam. Fakatanya tidak semudah itu. Potensi untuk jam kerja molor atau hambatan lainnya ketika berada di jalanan, sangat tinggi. Maklum, macet dan kecelakaan lalu lintas di jalan raya, kerap terjadi.


Jam Kerja Pengemudi Bus Malam

Rute sopir bus malam itu biasanya jauh, Antar Kota Antar Propinsi. Umumnya, mereka berangkat dari Jakarta pada sore hari, dan tiba di kota yang dituju pada esok hari. Itu kalau hitung-hitungan normal. Jika ada sesuatu di jalan, perhitungan bisa meleset. Bisa saja 24 jam hingga 36 jam di atas bus. Tapi bagi mereka para pengemudi bus malam, oke saja dan sudah risiko dari profesi sebagao pengemudi bus malam.

Tantangan yang dialami para sopir itu bukan saja kemacetan jalanan. Jika sudah ke luar Jakarta, kadang harus dihadapkan dengan situasi yang menuntut kehati-hatian tingkat tinggi. Di jalan raya, terutama jalur pantura, semua risiko bisa terjadi seperti kecelakaan lalu lintas.

Jalur pantura tak ubahnya jalur balap bagi para sopir bus malam. Ada perusahaan bus malam yang rata-rata sopirnya melaju normal, namun sering kali banyak yang kebut-kebutan. Melaju di atas 90 km/jam itu sudah biasa. Jika sudah begitu, kecelakaan sangat mungkin terjadi. Dalam situasi seperti itu, para sopir sadar diri. Salah perhitungan, nyawa bisa jadi taruhannya. Para pengemudi bus malam memahami, bukan nyawa crew saja yang terancam, tapi juga nyawa penumpang.

Pendapatan Pengemudi Bus Malam

Banyak yang berpikir bahwa sopir bus malam itu menyenangkan. Setiap hari selalu makan di restoran dengan menu yang lebih istimewa dibanding penumpang kebanyakan. Lalu, setiap 1 PP sekali mereka bisa gajian.

Sekadar informasi, sopir bus malam dibayar berdasarkan rate atau trayek pulang-pergi dari rute yang ditentukan. Makin sering intensitas bekerja dalam sebulannya, pendapatan mereka bisa tinggi. Patut diketahui, rata-rata satu kali PP untuk bus malam di Pulau Jawa, sopir bus malam dibayar di kisaran Rp200.000-400.000. Per bulannya, mereka bisa mengatongi pendapatan Rp 4 juta – 6 juta rupiah.

Akan tetapi, sering kali sopir itu juga nombok. Fee mereka harus dipotong untuk biaya tambahan pembelian solar. Hal itu terjadi karena kebutuhan solar melebihi jumlah yang ditentukan. Khusus untuk aturan ini, beberapa perusahaan bus malam telah menerapkan aturan yang ketat soal kebutuhan solar. Jika solar kurang, maka sopir yang menutupinya.

Dalam kasus seperti ini, perusahaan sudah menghitung kebutuhan solar. Tapi kebutuhan itu, cukup untuk melaju dengan kecepatan normal. Jika bus dijalankan dengan kencang, maka solar akan bertambah. Nah, sopir yang bertanggungjawab soal biaya tambahan. Jika sudah begini, berarti para pengemudi bus malam ini kurang beruntung.

Dari sini sudah terlihat sopir bus malam bukan profesi yang enteng. Tanggungjawab mereka sangat besar. Wajar jika mereka berkumpul bersama, mereka sering bercanda dan berbagi cerita. Mereka sudah seperti saudara. Saudara yang dihadapkan dengan tuntutan dan risiko kerja yang sama.
Widodo Groho Triatmojo
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Pengemudi Bus Malam, Gaji Besar Bertaruh Nyawa. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

About Me

My photo

Saya Penggemar bus dan transportasi publik lainnya

Followers