Pin It

17 April 2015

Posted by Widodo Groho Triatmojo on 11:18

Batu Petir Dari Pantai Ambal Kebumen

Batu petir dalam istilah geologi disebut fulgurite. Fulgurite berasal dari bahasa latin ‘fulgur‘ yang berarti ‘kilat’ atau ‘petir’, batuan ini digolongkan ke dalam kelompok mineraloid Lechatelierite bentuknya seperti tabung gelas atau rekahan yang terbentuk oleh hantaman kilat ke dalam pasir kwarsa, silika, atau tanah. Gelas yang bisa saja terbentuk dari kabel listrik tegangan tinggi putus yang jatuh di atas permukaan tanah berpasir ini, disebut dengan lechatelierite, juga dapat terbentuk dari dampak hantaman meteorite pada permukaan bumi (dampak ini menghasilkan batu ‘satam‘?) atau dari letusan gunung berapi. Karena strukturnya amorfus maka digolongkan ke dalam mineraloid. 




Pada dasarnya semua petir yang menghujam ke dalam tanah dapat membentuk fulgurite, suhu sebesar 1800°C (3270 °F) mampu melelehkan pasir dan membentuk mineraloid dan sebagian besar petir mampu mencapai suhu hingga 2500°C. Karena kilatan petir hampir terjadi di seluruh permukaan bumi maka dimungkinkan dapat ditemukan dimanapun, tetapi jarang sekali yang bisa menemukan.

Ada 2 jenis ‘batu petir’ ini, fulgurite pasir dan fulgurite batu. Dan batu milik saya kebetulan jenis pasir karena saya dapatkan di Pantai Ambal, Kebumen. Fulgurite pasir seperti ini adalah yang paling umum, biasanya ditemukan di pantai atau daerah gurun yang mengandung pasir kering yang bebas dari lumpur atau tanah liat. Bentuknya menyerupai akar atau cabang ranting dengan struktur seperti tabung yang memiliki permukaan kasar, tertutup lelehan butiran pasir sebagian.
Bagian dalam ‘tabung’ pasir fulgurite mengkilap seperti kaca, hal ini diakibatkan oleh proses pendinginan yang cepat dan pemadatan pasir setelah sambaran petir.
Pemerhati transportasi publik, bus, truck serta sejarahnya.
  • Facebook
  • WhatsApp
  • Instagram
  • Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »

    Note: Only a member of this blog may post a comment.

    Terima Kasih

    Followers